Mencoba memaknai hari-hari

Kamis, 03 April 2008

Bukankah Subuh Itu Sudah DekaT ?

Oleh : Rivana Usgianti, S.Si
Betapa beratnya hidup jika harus ditanggung sendirian. Hampir di setiap detiknya seolah menawarkan peluang dosa dan kesalahan. Kita akan menjadi orang yang merugi ketika tidak tahu bagaimana harus hidup. Maka mutlak bagi kita mengambil tawaranNya bahwa “Allah tempat bergantung segala sesuatu” Q.S. Al Ikhlas : 2.

Kita maklum bahwa kehidupan yang terbatas tapi sarat tanggung jawab ini dipenuhi banyak rintangan yang akan menghalangi kita mencapai sukses di dunia dan akhirat. Tetapi kita pun tahu dan sadar bahwa setiap rintangan itu pasti ada ujungnya. Selagi masih di dunia, insya Allah setiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya. Ketika Allah menjamin hal itu, Allah menawarkan solusi berupa perolongan dariNya. Pertolongan yang hanya bisa diraih dengan sabar dan tawakkal. Betapa sempurna cintaNya. Semua kejadian dicipta untuk membuat kita menjadi mulia. Dari yang rapuh menjadi kokoh, dari yang angkuh menjadi lentur, dari yang fakir dikayakan dan dari yang sempit dilapangkan. Tetapi bagaimanapun, semua itu hanya akan disadari oleh mereka yang memiliki bashirah (ketajaman mata hati) dan bashirah hanya bisa dihidupkan dengan senantiasa memperbaharui qalbu agar cahayaNya tetap menjadi pelita.

“Bukankah subuh itu sudah dekat?” Q.S. Huud : 81. Demikianlah Allah menyapa setiap kali kita menjerit di penghujung malam mangadukan duka lara pada sujud-sujud di malam-malam yang panjang penuh keresahan. Sebuah kata kunci yang menjelaskan titik terang pengharapan sudah dekat. Bahwa ada akhir dari hari-hari yang sulit dan panjang yang kita lewati. Akhir yang penuh keberkahan. Sekali lagi kita hanya perlu bersabar sedikit lagi menuntaskan ketaatan, sedikit lagi… dan akan terasa lebih singkat dengan merapatkan kedekatan kita padaNya. Sedikit lagi…dan hanya dengan tetap setia menyerahkan seluruh pengharapan padaNya saja.

Terkadang tidak semua hal yang bisa kita hitung diperhitungkan dan tidak semua hal yang diperhitungkan dapat dihitung. Amat mudah bagi Allah untuk menunjukkan ketentuanNya. Maka bila segala kendali ada di tanganNya kenapa kita mesti merisaukannya? Bukankah sudah ada Allah yang menjamin hidup kita? Jangan sampai kebosanan kita mendahului ajal karena bisa jadi ajal itulah titik akhir yang penuh keberkahan. Bisa jadi ajal adalah pintu keluar yang terang benderang hingga ketika mencapainya kita bisa tersenyum lega dan menatap surgaNya. Setelah keletihan ini sempurna kita jalani. Allahu'alam bisshowab.

Sabtu, 29 Maret 2008

PENA RIVANA: Menikmati Kesulitan, Mensyukuri Perhatian-Nya

PENA RIVANA: Menikmati Kesulitan, Mensyukuri Perhatian-Nya

Menikmati Kesulitan, Mensyukuri Perhatian-Nya

"Lagi-lagi masalah". Saking seringnya mendapat masalah, masalah itu justru menjadi seni kehidupan. Demikian saya menanggapi sebuah masalah bila ia kembali menjadi tamu dalam detik-detik kehidupan ini. Ya, hidup ini dinamis, sebagaimana alam raya ini juga selalu bergerak dinamis, ada pertalian antara gravitasi matahari dengan benda langit yang lain tergantung pada jarak dan massa yang kemudian mempengaruhi kecepatan rotasi dan revolusinya. Semakin berat massa sebuah benda langit, maka gravitasinya pun semakin kuat. Sebaliknya semakin jauh jaraknya, maka pengaruh gravitasinya juga semakin kecil. Fenomena ini jika boleh kita bawa ke dalam kehidupan adalah gambaran dari kebergantungan kita kepada Allah dalam setiap masalah yang kita temui.



Sebenarnya tidak menjadi masalah apa pun masalah yang kita temui sekali, dua kali atau bahkan berkali-kali dalam kehidupan ini. Tidak juga menjadi masalah bila kita harus mengalami dua masalah yang sama beratnya dan nyaris serupa dalam kehidupan kita. Sama sekali bukan masalah betapa pun beratnya sebuah masalah. Semua itu hanya judul, tidak lebih dari sebuah tema skenarioNya yang harus kita jalani. Bukankah Allah sudah menjamin hidup kita sepenuhnya dengan syarat sepenuhnya pula kita ridho dengan apa pun ketentuanNya. Justru yang menjadi masalah adalah jika kita tidak pernah mengalami ujian dan masalah dalam hidup karena kita tidak pernah tahu seberapa dekat kita denganNya.



Terkadang hidup ini memang menakjubkan. Justru di saat-saat sulita kita menemukan kebahagiaan. Kita merasakan pengawasanNya, merasakan kedekatan dan merasa kebutuhan untuk ditolongNya hingga setiap saat kita ingin mendekat dan lebih dekat lagi denganNya.



Imam Syafi'i pernah berkata "Andai bukan karena bagun di waktu sahur dan berteman dengan orang-orang yang baik, niscaya aku akan memilih tidak tinggal di dunia ini". Sebuah ungkapan betapa bangun di waktu sahur yang merupakan satu ritual yang sekaligus uraian kebutuhan untuk senantiasa mendekat dengan Allah adalah sebuah keniscayaan. selanjutnya dicover oleh orang-orang yang baik yang menjadi sahabat kita senantiasa memberikan nasihat-nasihat peneguh jiwa.



Subhanallah...betapa penyayangnya Allah senantiasa menghendaki kita dekat denganNya melalui kesulitan demi kesulitan yang terus mengiringi kehidupan kita. Betapa nikmatnya kesulitan itu. Dalam tiap kesabaran menghadapinya ada butir-butir dosa yang berguguran berganti setumpuk pahala. Dalam tiap tetes air mata kepasrahan saat mengadukan harapan, ada kasih sayang yang terus menerus ditambahnya laksana berkah yang menjadi bekal amal untuk menemuiNya kelak. Dan keikhlasan menelurkan keping keping itsar dan doa untuk saudara yang lain adalah juga jalinan cinta yang sebenarnya tengah kita rajut untuk mendapatkan cinta yang sama dariNya dan dari orang-orang yang kita doakan.



Demi Allah, segala hal yang kita alami adalah untai kesyukuran yang mesti kita dapati. Semoga Allah mengekalkan cahaya dalam hati-hati kita agar kita bisa melangkah menapaki jalanNya.

My Favourite Film

  • The Message
  • Vertical Limit
  • Turtle can Fly
  • The Kite Runner
  • The Purshuit of Happynes
  • Ie Grand Voyage
  • Sang Murabby

My Favourite Books

  • Tetralogi Laskar Pelangi
  • A Thousand Splendid Suns
  • The Kite Runner

Acara TV Favourite

  • Akhirnya Datang Juga
  • Wisata Kuliner
  • Cinta Fitri, hehehe
  • e-Lifestyle
  • Padamu Negeri
  • Apa Kabar Indonesia
  • Kick Andy
  • Todays Dialogue
  • The nanny 911

Bagaimana pendapat anda tentang blog ini?